Kamis, 10 Maret 2011

Enam Kiat Jitu Melunakkan si Matematika

Umumnya matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Namun, dengan memiliki pengetahuan dasar matematika, dan pengertian akan persoalan matematika yang diberikan pada kita, menyelesaikan sebuah persoalan matematika dapat dilakukan dengan lebih mudah.   Ini merupakan sebuah riset yang dilakukan oleh beberapa SMA di Eropa. Langkah apa saja yang seyogjanya dilakukan, supaya matematika semudah membalik telapak tangan? Agar matematika tidak lagi jadi momok bagi para siswa? Enam kiat di bawah ini tidak sulit diterapkan.
KIAT PERTAMA
Menyimak pada Saat Guru Menerangkan di kelas
Duduklah jauh dari teman-teman nakal yang (mungkin) mengganggumu dan singkirkanlah hal-hal yang dapat mengalihkan perhatianmu. Coba ulangi di dalam pikiranmu sebagian besar dari apa yang guru katakan tentang “bagaimana menyelesaikan persolan matematika” yang baru saja dibahas. Ini seperti mencatat di dalam otak kita sendiri.

KIAT KEDUA
Pada saat Guru Berbicara, Cobalah untuk tidak Memegang Alat Tulis
Sulit memang, apalagi jika kita sudah punya kebiasaan menulis sesuatu. Kendati hampir tidak pernah membacanya lagi. Kadang memegang alat tulis bisa menggoda
untuk menggambar sesuatu di buku, kertas atau lainnya, dan jadinya tidak memperhatikan pelajaran. Atau, cobalah untuk mencatat apa yang guru katakan tentang “bagaimana memahami dan menyelesaikan” persoalan matematika tersebut. Menuliskannya dapat membantu atau memaksamu untuk memperhatikan dan mencoba untuk "mendapatkan" penyelesaian dari persoalan matematika tersebut. Jangan hanya menulis segala sesuatu yang dikatakan guru tanpa memahami apa artinya dan mengapa begitu. Kalau memang ada sesuatu yang harus dilakukan, harus jelas bagaimana melaksanakannya. Lakukan setelah benar-benar memahami topik yang diberikan.


KIAT KETIGA
Tuliskan Poin - Poin Kunci
Yah, kadang kita benar-benar tidak bisa mencatat karena memang yang harus kita lakukan sangat mendesak. Toh masih bisa dicoba untuk menuliskan poin - poin kunci di (misalnya) selembar kertas, dan kelompokkan semua catatan ini di tempat tertentu (misalnya map tertentu) setelah setiap pelajaran matematika. Hal ini bisa juga dilakukan untuk mata pelajaran lainnya seperti ilmu pengetahuan dan topik-topik sastra. Jadi, tidak hanya matematika saja. Selain itu cobalah untuk menuliskan persoalan matematika lain dari topik yang sama, serta solusi yang berbeda yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Anggap saja ini pekerjaan rumah tambahan.

Jika sebuah persoalan matematika dapat memiliki lebih dari satu cara penyelesaian, tuliskanlah semua metode yang mungkin dipakai. Mengapa?
Karena umumnya persoalan-persoalan matematika memiliki cara mudah maupun cara sulit untuk pemecahannya. Biasanya metode yang mudah tidak selalu sama untuk setiap persoalan matematika. Misalkan guru mengharuskan untuk menyelesaikan suatu persoalan matematika dengan 5 metode yang berbeda. Ini dapat diselesaikan terlebih dahulu dengan cara / metode yang paling mudah. Hasil penyelesaian tersebut  dibandingkan dengan cara lain.
Ingat, catatan yang ditullis sendiri bisa jauh lebih efektif daripada catatan sekolah atau buku referensi. Mengapa? Karena kita sendiri yang membuat catatan tersebut. Kita pula yang paling memahami catatan sendiri. Iya kan?
KIAT KEEMPAT  
Dapatkan Langkah-langkah Penyelesaian dari Orang yang Kompeten
Jika kita benar-benar tidak tahu langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu soal, cobalah dengan berbagai cara untuk mendapatkan langkah-langkah solusinya. Bisa dari guru, teman, atau lainnya. Tuliskan catatanmu sendiri di samping setiap langkah kerja itu, dan coba jelaskan pada diri sendiri, mengapa koq harus menggunakan langkah-langkah itu. Kita bahkan bisa juga melihat-lihatnya dengan seksama dan mengamati apakah ada cara yang lebih pendek.
KIAT KELIMA
Sisihkan Banyak Waktu untuk Berlatih
Tidak melatih suatu topik matematika selama 1-2 minggu akan membuat kita lupa prinsip-prinsipnya. Oke, ini mungkin tidak terlalu berefek signifikan dengan matematika dasar. Yang pasti akan berakibat kurang baik dengan matematika yang lebih tinggi, seperti aplikasi matematika (statistik, mekanika, atau fisika). Latihan yang kurang akan benar-benar mengecilkan kesempatan kita untuk memecahkan masalah-masalah matematika. Jadi, banyaklah melatih diri.

KIAT KEENAM
Mengerti, Bukan Menghafal
Cobalah untuk mengerti dan bukan hanya menghafal. Tunggu. Menghafal sih boleh-boleh saja, tapi pastikan kamu dapat menjelaskannya kepada diri sendiri dan kepada siswa lainnya. Hal ini penting, karena pertanyaan matematika dapat dengan mudah diubah untuk menguji pengertian siswa akan konsep di balik pertanyaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar